Kemuning

Kemuning

Kemuning

Tentang Kemuning

Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Kemuning dapat ditemukan sampai ketinggian 400 m dpl. Variasi morfologi besar sekali. Yang bisa ditanam untuk memagari pekarangan, biasanya jenis yang berdaun kecil dan lebar.

Semak atai pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3-8m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Daun majemuk, bersirip ganjil dengan anak daun 3-9, letak berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata atau agak beringgit, panjang 2-7 cm, lebar 1-3cm, permukaan licin, mengilap, warnanya hijau, bila diremas tidak berbau. Bunga majemuk berbentuk tandan 1-8 warnanya putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Buah bumi berdaging, bulat telur atau bulat memanjang, panjang 8-12 mm, masih muda hijau setelah tua merah mengilap, berbiji dua.

Sifat dan khasiat

Kemuning bersifat pedas, pahit, hangat, masuk meridian jantung, hati dan paru. Berkhasiat sebagai pemati rasa, penenang, antiradang, anti-rematik, anti-tiroid, penghilang bengkak, pelancar peredarahan dan penghalus kulit.

Indikasi

Daun  dan ranting berguna untuk mengatasi:

  • Radang buah zakar
  • Infleksi saluran kencing, kencing nanah
  • Keputihan
  • Datang haid tidak teratur
  • Lemak tubuh berlebihan
  • Pelangsing tubuh
  • Kulit kasar
  • Nyeri pada tukak, sakit gigi

Akar berguna untuk mengatasi:

  • Memar akibat benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo
  • Digigit serangga dan ular berbisa, bisul, ekzema, koreng
  • Epidemik encephalitis

Kulit batang berguna untuk mengatasi:

  • Sakit gigi, nyeri akibat luka terbuka di kulit atau selaput lendir

Cara pemakaian

Akar dan daun kering sebanyak 9-15 g atau daun segar sebanyak 30-60 g, direbus atau direndam arak, lalu diminum. Untukpemakaian luar, daun segar ditumbuk lalu diletakkan pada tempat yang sakit, atau direbus, airnya untuk cuci.

Contoh Pemakaian

  • Bisul

Akar kemuning kering sebanyak 30 g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannyatersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 2 kali masing-masing ½ gelas.

  • Rematik, keseleo, memar

Akar kemuning kering sebanyak 15-30g dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan arak dan air masing-masing ½ gelas, lalu direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1.2 gelas.

  • Memar

Kemuning dan kaca piring masing-masing daun segar, sama banyak dicuci lal dugiling halus.tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar.

  • Nyeri rematik sendi

Akar kemuning dan akar tembelekan dicuci, tambahkan 3 pasang kaki ayam. Semua bahan dipotong-potong seperlunya lalu tambahkan air secukupnya sampai terendam. Semua bahan tersebut lalu ditim. Hangat-hangat lalu airnya diminum sekaligus.

  • Sakit gigi

Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan ke dalam gigi yang berlubang.

  • Melangsingkan badan

Daun kemuning segar dan daun mengkudu masing-masing segenggam penuh dan temu giring sebanyak setengah jari kelingking ditumbuk halus. Tambahkan satu cangkir air masak sambil diaduk merata.peras dengan sepotong kain. Air yang terkumpul diminum sekaligus pada pagi haris sebelum makan.

Continue reading

Advertisements

Cakar Ayam

Cakar Ayam

Cakar Ayam

Tentang Cakar Ayam

Tumbuhan paku-pakuan ini tumbuh di tebing, tepi jurang dan tempat-tempat teduh lainnya yang berhawa dingin. Tumbuh tegak, tinggi 15-35 cm, akar keluar pada percabangan, batang ada yang berbaring dan ada yang berdiri tegak, bercabang menggarpu, daunnya kecil-kecil, panjang 4-5 mm, lebar 2 mm, bentuknya jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna permukaan atas hijau tua, permukaan bawah hiju muda. Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai pada percabangan sehingga menyerupi cakar ayam dengan sisik-sisiknya.

Sifat dan Khasiat

Cakar ayam rasanya manis, hangat, masuk meridian paru, hati, dan lambung. Berkhasiat untuk menghilangkan panas dan lembap, melancarkan aliran darah, antitoksik, antineoplasma, penghenti perdarahan dan menghilangkan bengkak.

Bagian yang digunakan

Seluruh tanaman yang telah dikeringkan dapat digunakan.

Indikasi

Cakar ayam untuk mengatasi:

  • Batuk, sakit tenggorokan,
  • Infeksi saluran napas, radang paru, radang akut amandel,
  • Hepatitis akut dan kronis, radang kandungan empedu, pengeras hati, perut busung,
  • Radang konjungtiva mata,
  • Infeksi akut saluran kencing,
  • Diare, disentri,
  • Keputihan,
  • Tulang patah,
  • Perdarahan,
  • Kanker.

Cara Pemakaian

Herba kering sebanyak 15-30 g, untuk kanker 50-100 g. Bahan tersebut direbus dalam 5 gelas air dengan api kecil selama 3-4 jam. Setelah dingin, air rebusnya diminum beberapa kali hingga habis dalam sehari. Untuk pemakaian luar, herba segar dipipis, lalu ditempelkan ke tempat yang sakit. Digunakan untk pengobatan rematik, koreng, tulang patah, dan luka berdarah.

Contoh Pemakaian

  • Kanker, sirosis

Herba cakar ayam kering 60 g, daging sapi tanpa lemak 30-60 g atau beberapa buah karma, direbus dengan 5 gelas air bersih selama 4 jam. Setelah dingin disaring, lalu minum beberapa kali hingga habis dalam sehari.

  • Pneumonia, tonsilitis akut, konjungtivis

Herba cakar ayam kering 30 g, daging sapi tanpa lemak 30 g, rebus dengan 4 gelas air dengan api kecil selama 3 jam. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan sore hari.

  • Tulang patah

Herba cakar ayam kering sebanyak 15-30 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba cakar ayam segar setelah dicuci bersih lalu dipipis. Tempelkan ke bagian tubuh yang patah, lalu dibalut, ganti 3 kali sehari.

  • Remantik

Herba cakar ayam ditumbuk hingga alus. Tempelkan ke bagian  yang sakit, lalu dibalut. Ganti 2-3 kali sehari.

Daun Encok

Daun Encok

DAUN ENCOK

Tentang Daun Encok

Tumbuhan ini berasal dari Sri Lanka, kemudian menyebar ke seluruh kawasan tropik, termasuk Indonesia dan kepulauan pasifik. Daun encok tumbuh liar diladang, di tepi salurn air atau ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup dan tempat-tempat lainnya sampai setinggi kurang lebih 800 m dpl.

Perdu tahunan yang menarik, berbatang panjang, tinggi0,6-2 m. Batang berkayu, bulat, licin, beralur, bercabang. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5-2,5 cm, pangkal tangkai daun agak melebar, memeluk batang. Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5-11 cm, lebar 2-5 cm, ujung runcing, pangkal tumpul tepi beringgit, pertulangan menyirip, warnanyahijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih, buah kecil, bulat panjang, masih muda hijau, setelah tua hitam. Biji kecil, cokelat. Perbanyakan dengan biji atau setek.

Sifat dan khasiat

Daun encok bersifat pahit, tonik, dn beracun. Berkhasiat untuk menghilangkan bengkak dan penghiang nyeri.

Bagian yang digunakan

Akar dan herba.

Indikasi

Akar berkhasiat untuk mengatasi:

  • Rematik sendi, memar,
  • Keseleo,
  • Nyeri lambung,
  • Kurap,
  • Kanker darah,
  • Keputihan.

Herba berkhasiat untuk mengatasi:

  • Gangguan pada saluran kencing seperti infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal, kencing sedikit karena panas dalam.
  • Batu empedu, batu ginjal,
  • Radang prostat,
  • Influenza, demam, batuk rejan, radang saluran napas,
  • Diare, disentri, nyeri lambung,
  • Radang mata merah, menerangkan penglihatan yang kabur,
  • Cacingan, gigitan serangga,
  • Perdarahan sepertimimisan, batuk darah,
  • Hepatitis akut disertai kuning.

Biji berkhasiat untuk mengatasi:

  • Gangguan pencernaan pada anak,
  • Perangsang birahi, beser mani,
  • Diare, disentri,
  • Penglihatan kabur,
  • Mata merah, bengkak, dan terasa sakit akibat panas pada organ hati,
  • Rematik, gout,
  • Sakit kuning.

Cara pemakaian

Akar sebanyak 10-15 g, direbus selama lebih dari 4 jam. Pemakaian luar, daun diremas lalu diletakkan pada bagian tubuh yang kena rematik, sakit pinggang, memar, kurap, kusta, sakit kepala atau diletakkan diperut bagian bawah bila kencing kurang lancar. Saat menggunakan remasan daun ini jangan lebih dari ½ jam agar tidak timbul lepuh seperti luka bakar.

Contoh pemakaian

1. Kencing kurang lancar

Ambil daun encok secukupnya, tambahkan adas pulosari lalu giling halus. Gosokkan ramuan tersebut di perut bagian bawah, tepat di posisi kandung kencing. Cukup30 menit agar tidak terjadi lepuh.

2. Kanker darah

Siapkan akar daun encok, akar daun encok direbus terlebih dahulu selama 4 jam dengan air bersih secukupnya. Tambahkan air bila rebusannya berkurang. Setelah 4 jam, baru bahan obat lainnya dimasukkan. Didihkn kembali selama 1/2jam. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian.

3. Kusta, skabies, dan kelainan kulit

Ambil akar daun encok, lalu cuci dan tumbuk samapi halus, tambahkan sedikit susu dan air sambil diaduk merata sampai menjadiadonan seperti pasta. Oleskan ke bagian tubuh yng sakit.

Daun sendok

Daun sendok

Daun Sendok

Tentang Daun Sendok

Daun sendok merupakan gulma di perkebunan teh dan karet, atau tumbuh liar di hutan. Dan halaman berumput yang agak lembap, kadang ditanam dalam pot sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan ini berasal dari daratan Asia dan Eropa, dapat ditemukan dari daratan rendah sampai ketinggian 3.300 m dpl. Tumbuhan obat ini merupakan salah satu dari 9 tumbuhan obat yang dianggap sakral di Anglo Saxon.

Tumbuh tegak, daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar. Bentuk daun bundar telur sampai lanset melebar, tepi rata atau berigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, pertulangan melengkung, panjang 5-10 cm, lebar 4-9 cm warnanya hijau. Perbungaan majemuk tersusun dalam bulir yang panjangnya sekitar 30 cm, kecil-kecil, warna putih. Buah lonjong atau bulat telur, berisi 2-4 biji berwarna hitam dan keriput. Daun muda bisa dimasak sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan khasiat

Herba ini bersifat manis dan dingin. Berkhasiat sebagai antiradang, antiseptik, pereda demam, peluruh kencing, peluruh dahak, astringen, menerangkan penglihatan dengan menormalkan aktivitas organ hati yang berlebihan dan menghilangakan haus.

Biji bersifat manis, dingin, masuk merisian ginjal, hati, usus halus dan paru-paru. Berkhasiat sebagai diuretik, afrodisiak, menyehatkan paru, ekspektoran, pencahar, meredakan panas hati dan menerangkan penglihatan. Rebusan biji meneingkatkan penegeluaran urea, asam urat, dan sodium chloride.

Bagian yang digunakan

Herba, biji, akar. Biji dikumpulkan setelah masak lalu digongseng atau digongseng dengan air asin.

Indikasi

  • Herba berkhasiat untuk mengatasi:
  1. Batu empedu, batu ginjal,
  2. Radang prostat,
  3. Radang mata merah,
  4. Kencing manis.
  • Akar berkhasiat untuk:
  1. Keputihan
  2. Nyeri otot
  • Biji berkhasiat untuk mengatasi:
  1. Gangguan pencernaan pada anak,
  2. Diare, disentri,
  3. Cacingan,
  4. Penglihatan kabur,
  5. Sakit kuning.

Cara pemakaian

Herba kering sebanyak10-15 g atau yang segar sebanyak 15-30 g direbus, lalu diminum airnya. Bisa juga herba segar ditumbuk lalu diperas dan disaring untuk diminum. Untuk pemakaian bijinya, siapkan 10-15 g biji daun sendok, lalu direbus dan diminum airnya.

Untuk pemakaian luar dengan cara direbus, lalu airnya untuk kumur-kumur padang radang gusi dan sakit tenggorokan. Bisa juga digunakan dengan cara digiling halus, lalu dibuat salep untuk mengatasi bisul, abses, dan koreng.

Contoh pemakaian

  • Kencing berdarah

Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Peras dan saring sampai airnya terkumpul 1 gelas. Minum sebelum makan.

  • Mimisan

Daun sendok segar sebanyak 15 g dicuci lalu ditipis.

Seduh dengansecangkir air panas. Setelah dingin diperas dan disaring, lalu diminum sekaligus.

  • Batuk sesak, batuk darah

Herba daun sendok segar sebanyak 60 g dicuci lalu tambahkan air bersih sampai terendam dan 30 g gula batu. Ditim sampai mendidih selam 15 menit. Minum selagi hangat.

  • Bronkitis

Herba daun sendok segar sebanyak 30 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan selama 1-2 minggu.

  • Luka berdarah

Herba daun sendok segar secukupnya dicuci lalu ditumbuk. Setelah halus dan diperas. Air yang terkumpul digunakan untuk mengkompres lukanya.

  • Keputihan

Akar daun sendok sebanyak 10 g dicuci lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan air cucian beras ketan secukupnya sambil diaduk merata. Peras dan saring, hasilnya diminum sekaligus.

Manfaat daun sendok

Daun sendok memang memiliki banyak manfaat luar biasa yang dapat dijadikanobat segala macam penyakit luar maupun dalam. Meskipun sebagian masyarakat tidak banyak tahu manfaat dan kegunaan daun sendok ini. Untuk itu kenali dan amatilah tumbuhan yang ada disekitar tempat tinggal kita, karena obat-obatan medis belum tentu berkhasiat dan memberikan kesembuhan alami tanpa efek samping, namun berbeda dengan tanaman herbal yang dapat digunakan secara terus-menerus karena tidak memiliki senyawa buatan, tidak memiliki efek samping negatif, tanpa bahan pengawet campuran lainnya sehingga tidak akan membuat kita ketergantungan dan mengganggu kesehatan tubuh lainnya.

BERINGIN

BERINGIN

beringin

 

TENTANG BERINGIN

Beringin banyak ditemukan di tepi jalan, pinggiran kota/ tumbuh di tepi jurang. Pohon besar, tinggi 20-25 m, berakar tunggang. Batang tegak, bulat, permukaan kasar, cokelat kehitaman, percabangan simpodial, pada batang keluar akar gantung. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak bersilang berhadapan, bentuknya lonjong, tepi rata ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 3-6 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan. Buah buni, bulat, panjang 0,5-1 cm, masih muda hijau, setelah tua merah. Biji bulat, keras, putih.

Sifat dan khasiat

Rasa sedikit pahit, astringen, sejuk. Pereda demam, anti radang, antibiotik, peluruh keringat, dan peluruh kencing.

Bagian yang digunakan

Akar udara dan daun. Sebelum digunakan dicuci lalu dikeringkan.

Indikasi

  • Akar udara bermanfaat untuk mengatasi:
  1. Pilek, demam tinggi,
  2. Radang amandel,
  3. Nyeri pada rematik sendi,
  4. Luka terpukul
  • Daun bermanfaat untuk mengatasi:
  1. Influenza,
  2. Radang saluran napas,
  3. Malaria,
  4. Radang usus akut, disentri
  5. Kejang panas pada anak

 

 

Cara pemakaian

Akar udara beringin kering sebanyak 15-30 g atau daun beringin kering sebanyak 50-120 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun beringin direbus lalu airnya selagi hangat digunakan untuk mandi.

Contoh pemakaian

  • Kejang panas pada anak

Ambil 100 g daun beringin segar, dicuci lalu direbus dengan 5 liter air selama 25 menit. Air rebusan selagi hangat dugunakan untuk memandikan anak yang sakit.

  • Radang amandel

Ambil akar udara beringin sebanyak 180 g, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Tambahkan 1 gelas cuka. Setelah dingin digunakan untuk kumur-kumur. Lakukan beberapa kali sehari.

  • Radang usus akut dan disentri

Ambil daun beringin segar sebanyak 500 g. Kemudian dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore, masing-masing ½ gelas.

 

Teh

 TEH

Daun Teh

Tentang teh

Tanaman teh umumnya di perkebunan, dipanen secara manual, dan dapat tumbuh pada ketinggian 200-2.300 m dpl. Teh berasal dari kawasan India bagian utara dan Cina selatan. Ada dua kelompok varietas teh yang terkenal yaitu varietas assamica yang berasal dari Assam dan varietas sinensis yang berasal dari Cina. Varietas assamica daunnya agak besar dengan ujung yang runcing, sedangkan varietas sinensis daunnya lebih kecil dan ujungnya agak tumpul.

Pohon kecil, karena seringnya pemangkasan maka tampak seperti perdu. Bila tidak dipangkas, akan tumbuh kecil ramping setinggi 5-10 m, dengan bentuk tajuk seperti kerucut. Batang tegak, berkayu, bercabang-cabang, ujung ranting dan daun muda berambut halus. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling, helai daun kaku seperti kulit tipis, bentuknya elips memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi berigi halus, pertulangan menyirip, panjang 6-18 cm, lebar 2-6 cm, warna hijau, permukaan mengilap. Bunga diketiak daun, tunggal atau beberapa bunga digabung menjadi satu, berkelamin dua, garis tengah 3-4 cm, warnanya putih cerah dengan kepala sari berwarna kuning, harum. Buahnya buah kotak., berdinding tebal, pecah menurut ruang, masih muda hijau, setelah tua cokelat kehitaman. Biji keras, 1-3. Pucuk dan daun muda yang digunakan untuk pembuatan minuman teh. Perbanyakan dengan biji, stek, sambungan/ cangkokan.

Sifat dan khasiat

Daun berbau aromatik dan sedikit pahit. Berkhasiat sebagai peluruh kencing, stimulansia jantung, menstimulir susunan saraf pusat, penyegar badan, berkhasiat sebagai astringen pada saluran cerna.

Bagian yang digunakan

Daun

Indikasi

  • Sakit kepala,
  • Diare,
  • Penyubur dan menghitamkan rambut,
  • Kencing manis,
  • Infeksi saluran cerna

Cara pemakaian

Daun teh kering sebanyak 4-7 g diseduh dengan air panas, minum sewaktu hangat/ setelah dingin. Pemakaian luar, daun segar dicuci bersih lalu digiling halus. Diturapkan pada luka yang berdarah, lalu dibalut.

Contoh pemakaian

1. Diare

Daun teh yang masih muda dan segar sebanyak 20 g dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan diminum sekaligus.

2. Penyubur dan menghitamkan rambut

Air teh kental sebanyak 1 cangkir dirembunkan. Keesokan paginya air teh ini siap dipakai untuk membasahi kulit kepala dan rambut sambil dipijat-pijat. Lakukan 1 kali sehari, sampai kelihatan hasilnya.

3. Sakit kepala

Air teh kental ¾ cangkir, diberi air jeruk nipis sebanyak 1 sendok teh dan madu 1 sendok makan. Aduk hingga merata, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2-3  kali sehari

4. Infeksi saluran cerna

Daun teh kering sebanyak 7 g diseduh dengan air panas. Biarkan selama 10 menit, minum selagi hangat.

 

DAUN SOSOR BEBEK

DAUN SOSOR BEBEK

Daun Sosor Bebek

TENTANG DAUN SOSOR BEBEK

Sosor bebek berasal dari Madagaskar yang tersebar di daerah tropis, ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di teping jurang, tepi jalan, dan tempat-tempat lain yang tanahnya berbatu daerah panas dan kering, mulai dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl.

Batang lunak dan beruas, daun tebal berdaging, banyak mengandung air. Helaian lonjong, bertangkai panjang, ujung tumpul, pangkal membulat, tepi beringgit, permukaan daun gundul, panjang 5-20 cm, lebar 2,5-15 cm, warna hijau sampai hijau keabu-abu. Bunga majemuk, bentuk malai, menggantung, mahkota bentuk corong, merah. Buah kotak, ungu bernoda putih. Biji kecil, putih. Perbanyakan daun muda. Daun kalau dipetik akan membentuk kuncup-kuncup anak tanaman dalam toreh-toreh pinggiran daunnya.

Sifat dan khasiat

Sosor bebek bersifat agak asam, dingin, bau lemah, dan astringen. Berkhasiat sebagai antiradang, antiseptik, penghenti pendarahan, peluruh dahak, peluruh kencing, pereda demam, penyejuk, mengurangi pembengkakan, pembersih darah.

Kandungan Kimia

Sosor bebek mengandung asam lemon, asam apel, vitamin C.

Bagian yang digunakan

Daun, pemakaian segar.

Indikasi

Daun sosor bebek berkhasiat untuk mengatasi:

  • Datang haid tidak teratur,
  • Batuk darah
  • Diare, disentri, demam, sakit kepala,

Cara Pemakaian

Daun sosor bebek segar sebanyak 30-60 g direbus, minum. Untuk pemakaian luar, daun segar digiling halus lalu digunakan sebagai tapal pada gigitan serangga berbisa atau diperas, airnya untuk obat tetes pada telinga yang terasa tersumbat/ kumur-kumur.

 

 

Contoh Pemakaian

  • Radang Lambung

Daun sosor bebek sebanyak 5 lembar dicuci lalu ditumbuk.tambajkan sedikit garam sambil diaduk rata. Peras dan saring. Air perasan diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari

  • Muntah darah

Daun sosor bebek sebanyak 7 lembar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan arak dan gula secukupnya, lalu ditim. Air saringannya diminum selagi hangat.

  • Disentri, diare, demam

Daun sosor bebek secukupnya digiling halus. Bubuhkan di perut sebagai tapal, lalu dibalut. Sehari diganti 2 kali.